Fantastis! Saro-Saro Di Busua Tembus Rp420 Juta, Yuni–Judda Ukir Sejarah Baru

Minggu, 29 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kebahagiaan dan kehangatan menyatu dalam balutan adat saat prosesi pernikahan Yuni dan Judda digelar di Desa Busua, Kecamatan Kayoa Barat, Kabupaten Halmahera Selatan, (28/03/2026).

Tradisi saro-saro yang menjadi bagian sakral dalam pernikahan itu tak hanya berlangsung meriah, tetapi juga mencatatkan sejarah baru yang membanggakan.

Dalam nuansa penuh canda dan kebersamaan, masyarakat yang hadir secara bergantian memberikan sumbangan kepada kedua mempelai. Tradisi khas Maluku Utara ini kembali menunjukkan makna sejatinya sebuah simbol doa restu, kepedulian, dan dukungan nyata untuk kehidupan rumah tangga yang akan dibangun.

Sejak pukul 11.00 WIT, para tamu berdatangan silih berganti. Dengan penuh keikhlasan, mereka menyerahkan amplop dan uang tunai langsung kepada pasangan pengantin. Suasana pun terasa hangat, mencerminkan eratnya tali persaudaraan yang terjalin di tengah masyarakat.

Baca Juga:  Kepala Cabang Dinas Pendidikan Halsel Apresiasi OSIS SMA Negeri 22 atas Aksi Galang Dana untuk Aceh

Tak hanya itu, kebahagiaan Yuni dan Judda semakin lengkap dengan hadiah istimewa berupa satu unit sepeda motor Honda Scoopy, serta berbagai perlengkapan rumah tangga seperti bokor, penanak nasi, dan kebutuhan lainnya. Semua ini menjadi simbol harapan akan kehidupan rumah tangga yang harmonis, sejahtera, dan penuh berkah.

Momen ini semakin luar biasa ketika total perolehan dari tradisi saro-saro mencapai angka fantastis, yakni Rp420 juta. Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang pelaksanaan tradisi serupa di Maluku Utara, sekaligus mengukir sejarah baru di Desa Busua.

Bagi masyarakat setempat, saro-saro bukan sekadar seremoni adat, melainkan wujud nyata dari nilai gotong royong, solidaritas, dan kepedulian sosial yang terus dijaga dari generasi ke generasi.

Baca Juga:  16 Orang Disebut Terlibat, Baru 2 Ditahan: Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Penanganan Kasus Persetubuhan Anak di Halsel

Perayaan ini menjadi bukti bahwa di tengah arus modernisasi, tradisi lokal tetap hidup dan bahkan semakin bermakna. Di Busua, kebersamaan tidak hanya dirayakan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam tindakan nyata yang menguatkan ikatan sosial dan budaya.

“Kebersamaan yang tulus adalah harta paling berharga; saat satu langkah memulai kehidupan baru, banyak tangan hadir menguatkan.”(Red/Pandi)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Penampilan Yang Ditunjukkan SSB Tomara Mengunci Juara Satu
Pemda Halbar Respon Cepat Masalah Sengketa Lahan Di Tosoa
Kebakaran Hanguskan Rumah Warga Di Desa Loleojaya, Pemdes Salurkan Bantuan
Rumah Din dan Sarni Di Loleojaya Ludes Terbakar, Harta Benda dan Dokumen Penting Ikut Musnah
Polres Halsel Gelar Upacara Peringatan Hari Juang Polri
Di Tengah Isu Referendum Maluku Utara, Boki Nita Serukan Persatuan Dan Pelestarian Adat
Bupati Bassam Kasuba Buka Festival Sepak Bola Anak Merdeka Di Stadion GBK Halsel 
Kadis Mangkir Di Saat RDP, Komisi III DPRD Halsel Usir Perwakilan Dinas Pariwisata

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 13:06

Penampilan Yang Ditunjukkan SSB Tomara Mengunci Juara Satu

Minggu, 23 Agustus 2026 - 05:47

Pemda Halbar Respon Cepat Masalah Sengketa Lahan Di Tosoa

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 12:11

Kebakaran Hanguskan Rumah Warga Di Desa Loleojaya, Pemdes Salurkan Bantuan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 11:55

Rumah Din dan Sarni Di Loleojaya Ludes Terbakar, Harta Benda dan Dokumen Penting Ikut Musnah

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:36

Polres Halsel Gelar Upacara Peringatan Hari Juang Polri

Berita Terbaru

BacaPost.Com

Penampilan Yang Ditunjukkan SSB Tomara Mengunci Juara Satu

Minggu, 23 Agu 2026 - 13:06

BacaPost.Com

Pemda Halbar Respon Cepat Masalah Sengketa Lahan Di Tosoa

Minggu, 23 Agu 2026 - 05:47

BacaPost.Com

Polres Halsel Gelar Upacara Peringatan Hari Juang Polri

Jumat, 21 Agu 2026 - 13:36