Sebanyak 13 camat di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) diduga mengabaikan instruksi Bupati terkait partisipasi dalam kegiatan Jambore Cabang ke-III, yang digelar sebagai momentum kebangkitan Gerakan Pramuka setelah vakum hampir satu dekade.
Kegiatan yang berlangsung di Bumi Perkemahan Samar Galila Oma Moy itu diikuti ratusan peserta. Namun, dari total 30 kecamatan, hanya 17 kecamatan yang berpartisipasi aktif, sementara 13 lainnya absen tanpa kejelasan.
Bupati Halsel saat di wawancarai oleh redaksi BacaPost, secara tegas menyoroti rendahnya keterlibatan tersebut. Ia menyebut minimnya partisipasi camat sebagai persoalan serius yang akan menjadi bahan evaluasi kinerja.
“Ke depan saya berharap seluruh kecamatan wajib berpartisipasi. Ini akan menjadi bahan evaluasi bagi camat yang tidak optimal dalam mendukung kegiatan Pramuka,” tegasnya.
Menurut Bupati, Jambore Cabang bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian penting dalam pembinaan karakter, kedisiplinan, serta kepemimpinan generasi muda di Halmahera Selatan.
“Ini bukan kegiatan biasa. Di dalamnya ada pendidikan, keterampilan, dan pembentukan karakter anak-anak serta pemuda kita. Jadi harus menjadi perhatian serius semua pihak, terutama camat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan, peran camat sangat strategis dalam mendorong pembinaan generasi muda di wilayah masing-masing. Karena itu, ketidakhadiran 13 kecamatan dinilai mencerminkan lemahnya komitmen terhadap pembangunan sumber daya manusia di tingkat lokal.
Bupati bahkan mempertanyakan alasan absennya sejumlah kecamatan, mengingat peserta dari wilayah yang jauh seperti Obi dan Kayoa tetap mampu hadir.
“Saya belum tahu kendalanya apa, tapi seharusnya ini tidak menjadi alasan. Daerah yang jauh saja bisa hadir, masa yang lain tidak berupaya,” sindirnya.
Pemerintah daerah memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap camat-camat yang dinilai tidak serius dalam mendukung program kepemudaan, termasuk kegiatan kepramukaan.
Jambore Cabang ke-III ini menjadi yang pertama digelar kembali sejak 2016, dan diharapkan menjadi titik awal kebangkitan Gerakan Pramuka di Halmahera Selatan. Namun, minimnya partisipasi justru membuka catatan kritis terhadap komitmen aparatur di tingkat kecamatan.(Red/Pandi)



















