Warga Kawasi Nilai Narasi WALHI Malut Merendahkan Martabat Masyarakat

Jumat, 28 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sofifi — BacaPost.Com, Sejumlah warga Kawasi, Halmahera Selatan, menyampaikan keberatan terhadap narasi kampanye lingkungan yang disuarakan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Maluku Utara. (28/11/2025)

Mereka menilai sejumlah pernyataan yang menyebut warga Kawasi sebagai “orang miskin” hingga “minum air lumpur” tidak sesuai fakta dan merendahkan martabat masyarakat setempat.

Seorang warga yang enggan namanya dipublikasikan mengatakan bahwa narasi tersebut telah keluar dari konteks isu lingkungan dan justru menyinggung masyarakat.

“Kami menganggap bahwa itu semacam pelecehan bagi masyarakat Kawasi. Karena kondisi sebenarnya tidak seperti itu,” tegasnya.

Warga lainnya, Jofi Cako, menilai langkah WALHI terlalu jauh masuk ke urusan internal masyarakat Kawasi. Menurutnya, kampanye tersebut justru menciptakan opini negatif dan tidak berdasar.

Baca Juga:  BARA Halsel Desak Copot Kepala BNI KCP Labuha, Minta Aparat Periksa Pimpinan Terkait Dugaan Hilangnya Dana Nasabah Rp400 Juta

“Kalau kita melihat kegiatan yang digelar WALHI ini terlalu melebar dan terlalu jauh mengintervensi persoalan Kawasi yang secara substansi itu tidak tepat,” ujarnya.

Ia menambahkan, narasi semacam itu justru berpotensi memicu gesekan sosial di tengah masyarakat.

“Yang ada apa? Justru berpotensi menimbulkan ketegangan di tengah masyarakat. Cukuplah membuat opini-opini yang dampaknya kurang baik kepada masyarakat,” katanya.

Terkait isu air bersih dan listrik yang kerap memicu demonstrasi, warga kembali menegaskan bahwa persoalan tersebut bukan disebabkan oleh ketidakmampuan perusahaan, melainkan gangguan teknis dan adanya praktik ilegal.

“Air tinggal main putar di kran. Cuma kita punya saudara-saudara yang di bawah (Pemukiman Lama) ini, tidak mau pindah entah dengan alasan bermacam-macam,” ungkap seorang warga.

Baca Juga:  Pria Ditemukan Tewas di Sungai Gini-gini, Wajah Mengalami Luka Parah

Mereka juga menyebut keberadaan sejumlah pendatang yang melakukan penyambungan listrik ilegal sebagai penyebab terganggunya distribusi listrik.

“Padahal sebenarnya kalau mereka mau pindah, itu kegelisahan mereka sepenuhnya sudah terjawab,” tambahnya.

Warga berharap WALHI tidak lagi membawa narasi yang dianggap memperburuk citra masyarakat dan meminta agar fokus pembahasan tetap pada substansi persoalan lingkungan tanpa melukai pihak manapun.

(Red)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Penampilan Yang Ditunjukkan SSB Tomara Mengunci Juara Satu
Pemda Halbar Respon Cepat Masalah Sengketa Lahan Di Tosoa
Kebakaran Hanguskan Rumah Warga Di Desa Loleojaya, Pemdes Salurkan Bantuan
Rumah Din dan Sarni Di Loleojaya Ludes Terbakar, Harta Benda dan Dokumen Penting Ikut Musnah
Polres Halsel Gelar Upacara Peringatan Hari Juang Polri
Di Tengah Isu Referendum Maluku Utara, Boki Nita Serukan Persatuan Dan Pelestarian Adat
Bupati Bassam Kasuba Buka Festival Sepak Bola Anak Merdeka Di Stadion GBK Halsel 
Kadis Mangkir Di Saat RDP, Komisi III DPRD Halsel Usir Perwakilan Dinas Pariwisata

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 13:06

Penampilan Yang Ditunjukkan SSB Tomara Mengunci Juara Satu

Minggu, 23 Agustus 2026 - 05:47

Pemda Halbar Respon Cepat Masalah Sengketa Lahan Di Tosoa

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 12:11

Kebakaran Hanguskan Rumah Warga Di Desa Loleojaya, Pemdes Salurkan Bantuan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 11:55

Rumah Din dan Sarni Di Loleojaya Ludes Terbakar, Harta Benda dan Dokumen Penting Ikut Musnah

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:36

Polres Halsel Gelar Upacara Peringatan Hari Juang Polri

Berita Terbaru

BacaPost.Com

Penampilan Yang Ditunjukkan SSB Tomara Mengunci Juara Satu

Minggu, 23 Agu 2026 - 13:06

BacaPost.Com

Pemda Halbar Respon Cepat Masalah Sengketa Lahan Di Tosoa

Minggu, 23 Agu 2026 - 05:47

BacaPost.Com

Polres Halsel Gelar Upacara Peringatan Hari Juang Polri

Jumat, 21 Agu 2026 - 13:36