Ternate — BacaPost.Com, Fakultas Inovasi Pendidikan (FIP) Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara (Unutara) menggelar pembekalan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) bagi mahasiswa angkatan 2022. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kampus Utama Unutara ini dihadiri oleh Rektor, Wakil Rektor I dan II, Dekan FIP, dosen pembimbing, serta seluruh mahasiswa peserta PPL. (10/01/2029)
Pembekalan PPL merupakan tahapan wajib sebelum mahasiswa diterjunkan ke sekolah mitra, yakni MTs Sahabat Cendikia dan MTs S Ma’arif Fitu. Mahasiswa dijadwalkan mulai melaksanakan PPL pada 12 Januari 2026.
Dekan Fakultas Inovasi Pendidikan, Mujais Apling, menegaskan bahwa PPL tidak sekadar memenuhi syarat akademik, melainkan menjadi proses pembentukan jati diri mahasiswa sebagai calon pendidik profesional.
“PPL adalah laboratorium nyata bagi calon guru. Di sanalah teori inovasi pendidikan yang dipelajari di kampus diuji dan diimplementasikan. Mahasiswa harus menjadi guru yang adaptif, kreatif, serta menjunjung tinggi nilai akhlakul karimah dan kearifan lokal Maluku Utara,” ujarnya.
Pembekalan berlangsung selama dua hari dengan menghadirkan narasumber dari internal kampus. Materi yang diberikan meliputi pengenalan kultur sekolah oleh Taufik Abdullah, serta desain pembelajaran IPA dan IPS terintegrasi nilai-nilai Aswaja sesuai kurikulum yang berlaku, yang disampaikan oleh Ade Haerullah dan Dr. Iswadi M. Ahmad. Kegiatan dilanjutkan dengan praktik microteaching sebagai penguatan kompetensi mengajar peserta PPL.
Salah satu peserta, Nasrullah Timula, mengaku pembekalan tersebut sangat membantu dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia pendidikan secara nyata.
“Materinya lengkap dan aplikatif. Kami dibekali bukan hanya kemampuan mengajar, tetapi juga cara membangun karakter peserta didik,” katanya.
Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama seluruh peserta PPL. Melalui pembekalan ini, mahasiswa FIP Unutara diharapkan mampu menjalankan tugas PPL secara bertanggung jawab, berkontribusi positif bagi sekolah mitra, serta menjadi calon guru inovatif yang siap menghadapi tantangan pendidikan masa kini. (Red/Pandi)



















