Halsel — BacaPost.Com, Karang Taruna bersama masyarakat Desa Tabangame, Kecamatan Bacan Timur Selatan, mendesak Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan (Pemkab Halsel) agar segera memperbaiki kondisi jalan lintas Tabangame–Wayaua yang kini dinilai sangat memprihatinkan. Hingga kini, mereka menilai belum ada perhatian serius dari pemerintah maupun DPRD terhadap persoalan tersebut.
Aksi tersebut digelar di depan Kantor DPRD Halsel (03/11/2025) dan diwarnai dengan orasi keras dari perwakilan masyarakat. Salah satu orator, Hamis, menuding DPRD Halsel hanya pandai memberi janji tanpa realisasi.
“DPRD hanya pandai memberi janji palsu. Jalan ini sudah banyak menelan korban, tetapi mereka hanya diam,” tegas Hamis dalam orasinya.
Ia juga menyayangkan sikap anggota DPRD Halsel yang dianggap tidak disiplin dan tidak memiliki kepedulian terhadap kondisi masyarakat.
“Sudah jam 11 siang, tapi tidak satu pun anggota DPRD yang berada di kantor. Mereka datang sesuka hati, sementara rakyat terus menderita karena jalan rusak,” tambahnya.
Dalam pernyataan sikap yang diterima media ini, Karang Taruna Tabangame menegaskan bahwa jalan Tabangame–Wayaua merupakan urat nadi kehidupan masyarakat karena menghubungkan sektor-sektor vital seperti perekonomian, pendidikan, dan kesehatan. Namun, kerusakan parah di sejumlah titik membuat mobilitas warga terhambat dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.
“Kondisi jalan yang rusak berat tidak hanya menghambat aktivitas ekonomi, tetapi juga memperburuk akses pendidikan dan mengancam keselamatan masyarakat, terutama bagi yang membutuhkan pertolongan medis darurat,” bunyi pernyataan tersebut.
Karang Taruna menilai pembangunan infrastruktur jalan tersebut sudah sangat mendesak untuk segera dilakukan. Mereka meminta agar Pemerintah Daerah dan DPRD Halmahera Selatan menempatkan perbaikan jalan lintas Tabangame–Wayaua sebagai prioritas utama pembangunan tahun anggaran 2026.
Dalam dokumen pernyataan sikapnya, Karang Taruna Tabangame menyampaikan tiga poin rekomendasi utama:
1. Meminta Bupati dan DPRD Halmahera Selatan menetapkan perbaikan jalan lintas Tabangame–Wayaua sebagai prioritas strategis daerah tahun 2026 dengan dukungan anggaran yang memadai.
2. Mendesak Pemda Halsel untuk segera memulai proses penganggaran dan mempercepat pembangunan jalan dengan pengawasan yang ketat.
3. Meminta DPRD dan Pemda Halsel menetapkan jalan lintas Tabangame–Wayaua sebagai status jalan darurat, mengingat banyaknya korban kecelakaan yang sering terjadi di ruas tersebut.
“Pembangunan yang berpihak kepada rakyat adalah wujud nyata dari kepemimpinan yang berintegritas,” tutup Hamis dalam pernyataannya.
Pernyataan yang ditandatangani di Tabangame pada 1 November 2025 itu disebut sebagai bentuk tanggung jawab moral dan partisipasi aktif masyarakat terhadap arah pembangunan daerah.
Karang Taruna Tabangame berharap Pemda Halsel dapat menjadikan perbaikan jalan lintas Tabangame–Wayaua sebagai simbol komitmen pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah selatan Halmahera.
(Red)



















