Harita Perkuat Breakwater, Dukung Pengelolaan Pesisir Adaptif Desa Kawasi

Senin, 29 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Konstruksi Penguatan (Dokumentasi: istimewa) Breakwater Desa Kawasi Oleh Harita Nickel

Konstruksi Penguatan (Dokumentasi: istimewa) Breakwater Desa Kawasi Oleh Harita Nickel

Upaya penguatan infrastruktur pesisir terus dilakukan di kawasan industri Harita Nickel di Pulau Obi sebagai bagian dari pengelolaan lingkungan yang adaptif. Salah satunya melalui penguatan breakwater atau pemecah gelombang di area pesisir Kawasi.

Breakwater merupakan struktur pelindung pantai yang dibangun untuk meredam energi gelombang laut, mengurangi abrasi, serta menjaga stabilitas area pesisir dan fasilitas pendukung di belakangnya. Dalam sistem pesisir industri, keberadaan breakwater juga membantu menciptakan area perairan yang lebih tenang untuk mendukung pengendalian air tawar sebelum masuk ke perairan laut.

Di area belakang (hinterland) breakwater tersebut terdapat pengelolaan lingkungan air kawasan yang terhubung dengan Kanal Todoku. Konstruksi dilakukan setelah mendapat perizinan dari instansiKoB Is berwenang. Adanya breakwater mengurangi efek arus masuk air laut saat air laut pasang secara langsung.

Baca Juga:  KM Gandha Nusantara 17 Alami Kerusakan Mesin Di Perairan Malut, Basarnas Turun Tanga

Tokoh masyarakat Desa Kawasi, Hamja Lewer, menjelaskan bahwa Kanal Todoku pada awalnya sulit dimasuki perahu. Menurutnya, pelebaran saluran dan pendalaman serta adanya tanggul laut akan memperlancar jalur air dan menjawab kebutuhan masyarakat, terutama saat curah hujan tinggi.

“Dulu warga meminta Todoku agar diperluas supaya bisa menjadi penahan limpasan air ketika hujan,” ujar Hamja.(29/06/2026)

Peneliti Center of Environment and Sustainability Science Universitas Padjadjaran, Candra Wirawan Arief, menilai langkah-langkah seperti penguatan breakwater dan sistem pendukungnya merupakan bagian dari pendekatan adaptive management dalam tata kelola lingkungan industri.

“Semua sektor aktivitas manusia memiliki dampak terhadap lingkungan. Yang menjadi penting bukan apakah risiko itu ada atau tidak, tetapi bagaimana risiko tersebut dapat dikelola, dimitigasi, dan dievaluasi secara berkelanjutan,” ujar Candra.

Baca Juga:  Warga Kawasi Nilai Narasi WALHI Malut Merendahkan Martabat Masyarakat

Menurutnya, monitoring lingkungan harus dilakukan secara terus-menerus karena kondisi lingkungan bersifat dinamis dan selalu merespons aktivitas manusia. Dalam konteks kawasan pesisir, penguatan infrastruktur perlindungan seperti breakwater menjadi bagian dari sistem mitigasi yang dapat terus dievaluasi dan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.

Pendekatan ini mencerminkan sistem pengelolaan adaptif (adaptive management), di mana tata kelola lingkungan tidak bersifat statis, tetapi dinamis dan terus menyesuaikan diri terhadap perubahan kondisi, termasuk cuaca, pola arus, maupun karakteristik sedimentasi.

Pendekatan ini menegaskan bahwa pengelolaan lingkungan tidak berhenti pada pembangunan fisik semata, tetapi menjadi proses berkelanjutan yang berbasis pemantauan, evaluasi, dan perbaikan secara konsisten.(Red/Pandi)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pekan Depan Jailolo Street Coffee Bakal Hadir, GENPI Halbar Dorong Wajah Baru Pusat Kota
Warga Minta Bupati Halsel Dan Kadis DPMD Berkantor Di Kantor Desa Laigoma
Tak Perlu Lagi Berobat Jauh, Kehadiran Pustu Soligi dan Kawasi Dekatkan Akses Medis Warga Obi 
Diduga Tak Mampu Selesaikan Polemik, Iksan Kaleserang Pilih Laporkan Tiga Wartawan Anggota PWI
Sekdes Kusubibi Diduga Terseret Kasus TPPU, Polres dan Kejari Halsel Diminta Turun Tangan
Pemda Halsel Alokasikan Bansos Untuk Masyarakat Kurang Mampu Dan Biaya Akhir Studi Mahasiswa 
Kepala Desa Laigoma Samsul Marwa Diduga Jarang Berkantor, Warga Palang Kantor Desa
Kapolda Malut Batal Kunker ke Halsel, Ini Alasannya 
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:39

Pekan Depan Jailolo Street Coffee Bakal Hadir, GENPI Halbar Dorong Wajah Baru Pusat Kota

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:56

Warga Minta Bupati Halsel Dan Kadis DPMD Berkantor Di Kantor Desa Laigoma

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:53

Tak Perlu Lagi Berobat Jauh, Kehadiran Pustu Soligi dan Kawasi Dekatkan Akses Medis Warga Obi 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:20

Diduga Tak Mampu Selesaikan Polemik, Iksan Kaleserang Pilih Laporkan Tiga Wartawan Anggota PWI

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:16

Sekdes Kusubibi Diduga Terseret Kasus TPPU, Polres dan Kejari Halsel Diminta Turun Tangan

Berita Terbaru