Seorang warga Desa Sayoang, Kecamatan Bacan Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, Jansen Lazarus Filipi Paulus (30), diduga menjadi korban penembakan oleh orang tak dikenal (OTK) saat hendak berangkat menuju tempat ibadah, (22/07/2026) sekitar pukul 19.20 WIT.
Peristiwa tersebut, korban mengalami luka pada bagian dada kanan yang diduga akibat proyektil senjata angin (bets) dan kini menjalani perawatan medis di RSUD Marabose.
Korban saat di temui awak media di RSUD Marabose, (23/07/2026), ia menuturkan bahwa dirinya berangkat dari rumah yang berada di kawasan perbukitan menggunakan sepeda motor menuju tempat ibadah. Untuk menuju lokasi ibadah, korban harus melewati jalan menurun.
Di tengah perjalanan, korban tiba-tiba merasakan hentakan keras disertai nyeri hebat pada bagian dada kanan. Saat itu ia mengira hanya mengalami keram atau benturan biasa hingga akhirnya kehilangan keseimbangan dan terjatuh dari sepeda motor.
“Setelah jatuh saya bangun dan melihat baju sudah berlumuran darah. Saya kemudian kembali ke rumah. Setelah membuka baju, baru saya melihat ada luka di dada kanan,” ungkap Jansen.
Ia menduga tembakan berasal dari arah depan. Dugaan tersebut didasarkan pada posisi luka yang berada di dada kanan, sementara proyektil diduga menembus hingga ke bagian belakang tubuh.
Menyadari kondisinya, keluarga segera membawa korban ke RSUD Marabose untuk mendapatkan penanganan medis. Hingga kini, korban masih menjalani perawatan dan pemeriksaan lebih lanjut.
Dalam peristiwa ini korban juga menduga dirinya telah menjadi sasaran target OTK. Namun, dugaan tersebut masih menunggu pembuktian melalui penyelidikan aparat kepolisian.
Sementara itu, mertua korban, Yosias Rumapar, mendesak Polres Halmahera Selatan agar segera mengusut tuntas kasus tersebut. Menurutnya, keluarga korban kini hidup dalam ketakutan sejak peristiwa itu terjadi.
“Kami mendesak Polres Halmahera Selatan segera mengungkap pelaku dan motifnya. Ini bukan kejadian biasa. Menantu saya menjadi korban saat hendak pergi beribadah. Keluarga kami sekarang sudah tidak merasa aman. Jangan sampai kejadian ini terus terulang,” tegas Yosias.
Ia berharap aparat kepolisian segera mengumpulkan barang bukti, mengidentifikasi pelaku, serta mengungkap motif di balik dugaan penembakan tersebut agar keluarga korban memperoleh kepastian hukum dan rasa aman.
Hingga berita ini diterbitkan, pelaku maupun motif dugaan penembakan tersebut masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Pihak keluarga berharap kasus ini segera diungkap secara profesional dan transparan sehingga pelaku dapat segera ditangkap dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.” (Red/Pandi)



















