Halsel — BacaPost.Com, Pembangunan Pelabuhan Semut di Desa Tuwokona, Kecamatan Bacan Selatan, Halmahera Selatan yang dikerjakan oleh PT Relis Sapindo Utama, terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga awal Desember 2025, tiga item pekerjaan utama di sisi darat dan sisi laut terus berjalan dengan progres berbeda, dan beberapa di antaranya telah mendekati tahap akhir penyelesaian.
Kepala Dinas PUPR Halmahera Selatan, Idham Pora, menjelaskan bahwa pembangunan pelabuhan terbagi dalam dua bagian besar, yaitu sisi darat yang meliputi pembangunan terminal dan area landscape, serta sisi laut yang mencakup pembangunan dermaga beton dan dermaga apung. (01/12/2025)
Idham memaparkan, struktur bangunan ruang tunggu telah rampung 100 persen. Saat ini fokus pekerjaan bergeser pada penyelesaian arsitektur, seperti pengecatan, pemasangan keramik, plafon, instalasi elektrikal, serta pembangunan area food court di sisi kiri dan kanan gedung ruang tunggu tersebut.
Di sisi laut, dermaga beton menunjukkan progres signifikan. Seluruh pile cap telah selesai, sementara pembesian balok dan lantai tengah sedang berlangsung. Pengecoran lantai direncanakan pada pertengahan Desember, menandakan progres dermaga beton sudah mendekati 100 persen.
Untuk dermaga speed, struktur dasar sepanjang 30 meter telah tuntas, dan pengecoran pile cap dijadwalkan dilaksanakan pada Rabu pekan ini.
Sementara itu, pembangunan dermaga apung masih menunggu material tiba. Enam kontainer material dilaporkan sudah masuk antrean pengiriman di Surabaya dan belum sempat dimuat. Pengiriman tahap kedua juga diperkirakan memuat sekitar enam kontainer tambahan.
Di sisi darat, pekerjaan landscape masih pada tahap penimbunan sirtu dan pemadatan lahan. Pembangunan pagar BRC, gerbang masuk–keluar, serta area parkir tidak termasuk dalam paket pekerjaan saat ini dan akan dilanjutkan pada tahap berikutnya.
Proyek pembangunan Pelabuhan Semut memiliki nilai kontrak sekitar Rp 58,7 miliar. Pekerjaan meliputi pembangunan dua dermaga serta satu gedung terminal ruang tunggu yang terdiri dari dua zona, yaitu ruang tunggu dermaga speed dan ruang tunggu dermaga pelabuhan rakyat, yang dibangun dalam satu gedung berukuran sekitar 20 x 50 meter.
Terkait durasi proyek, Idham menjelaskan bahwa pekerjaan berlangsung sejak Oktober 2023 hingga November 2024, namun progres berjalan hingga Desember 2025 akibat beberapa kendala.
Perubahan desain, perizinan penggunaan material bolder yang cukup rumit, serta keterlambatan anggaran menjadi faktor yang membuat pemerintah memberikan tambahan waktu pengerjaan.
“Secara kontraktual, pekerjaan sebesar ini idealnya membutuhkan waktu minimal dua tahun. Tetapi jika dihitung, kami hanya bekerja sekitar 13 bulan. Meski begitu, secara konstruksi Alhamdulillah progres sudah mencapai sekitar 80 persen. Jika minggu depan material untuk pelabuhan semut tiba, maka dalam 15 hari sudah bisa dipasang,” jelas Idham.
(Red)



















