Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO HMI) Maluku Utara melontarkan kritik keras terhadap aparat kepolisian menyusul insiden pelemparan yang terjadi dalam kegiatan Pawai Obor dan Takbiran Keliling di Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara.
Melalui salah satu fungsionarisnya, Alfian M. Hamzah, BADKO HMI secara tegas mendesak Kapolda Maluku Utara untuk segera mencopot Kapolres Halmahera Utara. Desakan tersebut muncul karena Kapolres dinilai gagal mengantisipasi serta memitigasi potensi gangguan keamanan dalam kegiatan keagamaan tersebut.
Insiden yang terjadi pada Jumat malam (20/3/2026) itu tidak hanya mengganggu jalannya pawai takbiran, tetapi juga memicu bentrokan di tengah masyarakat hingga menyebabkan korban. Peristiwa ini dinilai mencerminkan lemahnya pengamanan dalam kegiatan berskala besar yang seharusnya telah dipetakan tingkat kerawanannya sejak awal.
“Kapolres Halmahera Utara harus bertanggung jawab atas kegagalan ini. Tidak optimalnya pengamanan menunjukkan adanya kelalaian dalam menjalankan fungsi mitigasi keamanan,” ujar Alfian dalam keterangannya.(23/03/2026)
Menurutnya, pencopotan Kapolres merupakan langkah penting sebagai bentuk pertanggungjawaban institusional sekaligus untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Selain mendesak evaluasi internal, BADKO HMI Maluku Utara juga mendorong aparat penegak hukum untuk segera menindak tegas para pelaku pelemparan serta mengusut kemungkinan adanya aktor intelektual di balik insiden tersebut.
Di sisi lain, Alfian turut mengimbau masyarakat agar tetap menjaga kondusivitas dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memperkeruh situasi keamanan.
Ia menegaskan bahwa proses penegakan hukum harus berjalan secara adil, transparan, dan tanpa tebang pilih.
“Kami ingin memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali. Penegakan hukum harus dibarengi dengan evaluasi internal yang tegas,” tegasnya.
BADKO HMI Maluku Utara menyatakan akan terus mengawal perkembangan kasus ini, baik dari aspek penegakan hukum maupun evaluasi kinerja aparat, guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di wilayah Halmahera Utara.(Red/Pandi)



















