Halsel – BacaPost.Com, Upaya mengungkap identitas pelaku pembobolan mesin ATM BNI di Desa Amasing Kota, Kecamatan Bacan, terus dikebut penyidik Satreskrim Polres Halmahera Selatan.
Meski wajah pelaku tidak terekam kamera, polisi memastikan penyelidikan semakin mengerucut dengan mengirim barang bukti utama berupa satu unit linggis ke Puslabfor Bareskrim Polri di Jakarta.
Kasat Reskrim Polres Halmahera Selatan, Iptu Rizaldy Pasaribu, menjelaskan bahwa linggis yang ditemukan di lokasi kejadian menjadi kunci identifikasi.
“Linggis itu sudah kami ajukan ke Puslabfor untuk pemeriksaan sidik jari dan DNA. Ada kemungkinan jejak pelaku masih menempel di sana,” ujarnya, (28/11/2025).
Menurut Rizaldy, hasil laboratorium forensik diharapkan dapat membuka jalan untuk mengungkap identitas pelaku melalui data kependudukan maupun kendaraan. Apalagi, sidik jari yang ditemukan di mesin ATM bukan milik pelaku, melainkan milik petugas keamanan yang sempat memegang mesin setelah kejadian.
Kesulitan lain muncul karena pelaku memutus saklar CCTV sebelum beraksi. Akibatnya, kamera pengawas di sekitar ATM tidak merekam proses pembobolan. Meski begitu, sebuah CCTV di seberang jalan berhasil menangkap sosok pelaku saat berjalan menuju lokasi, meski wajahnya tidak terlihat jelas. Pelaku tampak mengenakan celana panjang hitam, sweter hitam, dan hoodie.
Hingga kini polisi telah memeriksa tiga saksi, terdiri dari dua pihak bank dan seorang petugas kebersihan jalan yang menggagalkan aksi tersebut. Peristiwa pembobolan terjadi pada Minggu, 2 November 2025 sekitar pukul 05.00 WIT. Beruntung, pelaku belum berhasil membawa kabur uang dalam mesin ATM yang dilaporkan berisi Rp428 juta.
“Saat ini kami masih melakukan pengembangan. Mesin ATM juga belum bisa dioperasikan karena masih dalam proses penyelidikan,” tegas Rizaldy.
Ia memastikan pelaku tetap dapat dijerat hukum meski gagal mengambil uang. Upaya pencurian dan pengerusakan tetap dapat dikenakan kepada pelaku.
(Red)



















