PWI Halsel Tantang Oknum di Balik Isu Jatah Tambang Ilegal: “Jangan Lempar Fitnah, Buka Identitas!”

Rabu, 6 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polemik tambang emas ilegal di Desa Kusubibi kian memanas dan mulai menyeret profesi wartawan ke pusaran konflik kepentingan. Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Samsudin Chalil, angkat bicara dengan nada keras menanggapi tudingan adanya aliran dana pelantikan pengurus PWI dari aktivitas tambang ilegal.

Samsudin membantah tegas tudingan tersebut dan menyebutnya sebagai isu liar yang tidak berdasar serta sarat kepentingan tertentu. Ia menyoroti pemberitaan sejumlah media yang menyebut adanya sumbangan dari pengusaha tambang ilegal, namun tidak satu pun berani mengungkap identitas pihak yang dimaksud.

“Saya tidak pernah kenal, apalagi berhubungan dengan pengusaha tambang ilegal di Kusubibi. Kalau memang ada yang memberi sumbangan, sebutkan siapa orangnya. Jangan sembunyi di balik isu tanpa bukti!” tegasnya, didampingi Sekretaris PWI Halsel, Sadam Hadi, Rabu (6/4/2026).

Baca Juga:  Janji Nikah Berujung Laporan Polisi, Oknum Pengacara Di Halsel Diduga Tipu Wanita Hingga Hamil

Ia menilai narasi yang dibangun bukan sekadar keliru, tetapi sudah mengarah pada upaya sistematis untuk menggiring opini publik dan menjatuhkan kredibilitas organisasi.

“Ini bukan kerja jurnalistik, ini propaganda murahan yang sengaja dimainkan. Wartawan itu punya fungsi kontrol, bukan jadi alat kepentingan gelap. Menulis tanpa data dan bukti adalah bentuk pengkhianatan terhadap profesi,” kecam Samsudin.

Tak hanya itu, ia juga menyentil keras oknum yang disebutnya sebagai “wartawan bodrex” yang diduga berada di balik penyebaran isu tersebut.

“Kalau ada yang menulis PWI menerima dana tanpa bukti, itu bukan wartawan profesional. Itu oknum yang merusak profesi dan menyesatkan publik,” tegasnya.

Lebih jauh, Samsudin memastikan PWI Halsel tidak akan tinggal diam menghadapi serangan tersebut. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan membentuk tim khusus untuk menelusuri aktivitas tambang ilegal di Kusubibi sekaligus mengklarifikasi langsung kepada pihak-pihak yang diduga terlibat dalam penyebaran isu.

Baca Juga:  Puluhan Miliar Dana PPPK Halsel Belum Tersalurkan, Ini Penyebabnya

“Kami akan bongkar semuanya. Kalau ada yang mengatasnamakan PWI menerima dana, harus dibuka terang. Ini tidak bisa dibiarkan menjadi fitnah liar,” ujarnya.(Red/Pandi)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Barisan Muda Makayoa Halsel Tolak Pembentukan Panitia Musyawarah Ke-III Di Ternate 
Pekan Depan Jailolo Street Coffee Bakal Hadir, GENPI Halbar Dorong Wajah Baru Pusat Kota
Warga Minta Bupati Halsel Dan Kadis DPMD Berkantor Di Kantor Desa Laigoma
Tak Perlu Lagi Berobat Jauh, Kehadiran Pustu Soligi dan Kawasi Dekatkan Akses Medis Warga Obi 
Diduga Tak Mampu Selesaikan Polemik, Iksan Kaleserang Pilih Laporkan Tiga Wartawan Anggota PWI
Sekdes Kusubibi Diduga Terseret Kasus TPPU, Polres dan Kejari Halsel Diminta Turun Tangan
Pemda Halsel Alokasikan Bansos Untuk Masyarakat Kurang Mampu Dan Biaya Akhir Studi Mahasiswa 
Kepala Desa Laigoma Samsul Marwa Diduga Jarang Berkantor, Warga Palang Kantor Desa

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:57

Barisan Muda Makayoa Halsel Tolak Pembentukan Panitia Musyawarah Ke-III Di Ternate 

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:39

Pekan Depan Jailolo Street Coffee Bakal Hadir, GENPI Halbar Dorong Wajah Baru Pusat Kota

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:56

Warga Minta Bupati Halsel Dan Kadis DPMD Berkantor Di Kantor Desa Laigoma

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:53

Tak Perlu Lagi Berobat Jauh, Kehadiran Pustu Soligi dan Kawasi Dekatkan Akses Medis Warga Obi 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:20

Diduga Tak Mampu Selesaikan Polemik, Iksan Kaleserang Pilih Laporkan Tiga Wartawan Anggota PWI

Berita Terbaru