Bupati Halsel Serahkan Bantuan 550 Bibit Kelapa Pada kelompok Tani Di lingkungan MTs Moifi

Selasa, 29 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) mulai memperkuat pengembangan sektor perkebunan melalui penyaluran 550 ribu bibit kelapa varietas unggul lokal kepada kelompok tani di sejumlah wilayah.

Program tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan populasi tanaman kelapa, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah membuka sumber pendapatan baru dan memperkuat ekonomi keluarga petani.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Halsel, Hasan Ali Bassam Kasuba, kepada kelompok tani penerima manfaat di lingkungan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Moifi, Desa Panambuang, Kecamatan Bacan Selatan, (29/09/2026), sekitar pukul 10.20 WIT.

Kegiatan itu dihadiri Kepala Dinas Pertanian Halsel Sumiati Aljogja, Camat Bacan Selatan, sejumlah kepala desa, penyuluh pertanian, serta kelompok tani penerima bantuan.

Kepala Dinas Pertanian Halsel, Sumiati Aljogja, menjelaskan penyaluran bibit sempat mengalami penundaan akibat kondisi cuaca yang kurang mendukung. Namun, pemerintah tetap mengupayakan distribusi setelah melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi.

Baca Juga:  Proyek Pelabuhan Semut Di Kerjakan PT Relis Sapindo Terancam Diputus Kontrak, DPRD Halsel Soroti Keterlambatan

Menurutnya, petani diberikan dua pilihan dalam pengelolaan bibit. Bibit dapat langsung dibawa dan ditanam apabila kondisi lahan memungkinkan, dengan kewajiban merawat hingga tumbuh. Sementara bagi petani yang lahannya belum siap, bibit dapat terlebih dahulu dititipkan di persemaian atau nursery.

Program pengembangan kelapa tersebut mencakup sekitar 5.000 hektare lahan, dengan dukungan 550 ribu anakan kelapa, paket pupuk, serta operasional pendukung.

Bantuan itu menyasar 200 kelompok tani yang tersebar di 23 kecamatan dan 95 desa di Kabupaten Halsel.

Cakupan program yang cukup luas tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak sekadar mendorong penanaman kelapa, tetapi juga ingin mengembalikan komoditas tersebut sebagai salah satu penopang ekonomi masyarakat.

Petani pun diharapkan tidak berhenti setelah menerima bantuan. Perawatan tanaman menjadi bagian penting agar bibit yang ditanam benar-benar tumbuh dan memberikan hasil dalam jangka panjang.

Bupati Bassam menegaskan, bantuan tersebut harus dijaga dan dimanfaatkan secara serius. Sebab, masih terdapat masyarakat yang belum mendapatkan kesempatan memperoleh bantuan serupa.

Baca Juga:  Sekolah Rp34,9 Miliar Retak, BPK Temukan Kekurangan Volume

“Bibit ini harus dijaga dan dirawat. Jangan sampai setelah menerima bantuan kemudian tidak dikembangkan,” pesan Bassam kepada kelompok tani penerima.

Bassam juga menaruh perhatian terhadap manfaat ekonomi setelah tanaman mulai menghasilkan. Ia berharap dalam kurun waktu sekitar tiga tahun, tanaman kelapa yang dikembangkan masyarakat dapat tumbuh dengan baik dan mulai menjadi salah satu sumber pendapatan bagi keluarga petani.

Namun, pemerintah tidak ingin pengembangan kelapa berhenti pada peningkatan produksi.

Bassam mendorong agar komoditas kelapa Halsel ke depan masuk ke tahap hilirisasi, sehingga tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah.

Menurutnya, berbagai bagian dari kelapa memiliki potensi ekonomi, mulai dari daging, tempurung, sabut, hingga air kelapa. Jika diolah dengan baik, komoditas tersebut dapat menghasilkan nilai tambah sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

Baca Juga:  Kasus HIV Di Halmahera Selatan Meningkat, Dinkes Catat 185 Kasus Dalam Lima Tahun Terakhir

“Jangan hanya menjual kelapa sebagai bahan mentah. Kita harus mulai berpikir bagaimana kelapa ini bisa diolah sehingga memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” ujarnya.

Untuk pengembangan program pada 2027, pemerintah daerah berencana memprioritaskan tujuh kecamatan yang belum memperoleh bantuan pengembangan kelapa.

Langkah tersebut diarahkan untuk memperluas pemerataan program sekaligus memberikan kesempatan kepada lebih banyak petani di Halsel untuk mengembangkan komoditas perkebunan.

Program 550 ribu bibit kelapa itu pada akhirnya bukan sekadar soal jumlah tanaman yang disalurkan. Di balik setiap bibit terdapat harapan agar lahan petani kembali produktif, pendapatan keluarga meningkat, dan kelapa tumbuh menjadi salah satu kekuatan ekonomi masyarakat Halsel.

Kini, tantangannya berada di tangan petani: memastikan bibit yang diterima tidak sekadar tumbuh, tetapi berkembang menjadi investasi ekonomi yang dapat dipetik hasilnya pada masa mendatang. (Red/SI)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Diduga Tak Mampu Selesaikan Polemik, Iksan Kaleserang Pilih Laporkan Tiga Wartawan Anggota PWI
Sekdes Kusubibi Diduga Terseret Kasus TPPU, Polres dan Kejari Halsel Diminta Turun Tangan
Pemda Halsel Alokasikan Bansos Untuk Masyarakat Kurang Mampu Dan Biaya Akhir Studi Mahasiswa 
Kepala Desa Laigoma Samsul Marwa Diduga Jarang Berkantor, Warga Palang Kantor Desa
Kapolda Malut Batal Kunker ke Halsel, Ini Alasannya 
Polsek Jailolo Selatan Kawal Aksi Warga Tolak Pemberhentian Kades Sidangoli Dehe
Bupati Halsel Tegaskan RDTR Harus Beri Kepastian Hukum Bagi Investasi Dan Jaga Lingkungan
Miras Dinilai Picu Gangguan Kamtibmas, Polres Halbar Siapkan Razia Masif

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:20

Diduga Tak Mampu Selesaikan Polemik, Iksan Kaleserang Pilih Laporkan Tiga Wartawan Anggota PWI

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:16

Sekdes Kusubibi Diduga Terseret Kasus TPPU, Polres dan Kejari Halsel Diminta Turun Tangan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:19

Pemda Halsel Alokasikan Bansos Untuk Masyarakat Kurang Mampu Dan Biaya Akhir Studi Mahasiswa 

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:11

Kepala Desa Laigoma Samsul Marwa Diduga Jarang Berkantor, Warga Palang Kantor Desa

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:39

Kapolda Malut Batal Kunker ke Halsel, Ini Alasannya 

Berita Terbaru

BacaPost.Com

Kapolda Malut Batal Kunker ke Halsel, Ini Alasannya 

Selasa, 6 Okt 2026 - 08:39