Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) mulai memperkuat pengembangan sektor perkebunan melalui penyaluran 550 ribu bibit kelapa varietas unggul lokal kepada kelompok tani di sejumlah wilayah.
Program tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan populasi tanaman kelapa, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah membuka sumber pendapatan baru dan memperkuat ekonomi keluarga petani.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Halsel, Hasan Ali Bassam Kasuba, kepada kelompok tani penerima manfaat di lingkungan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Moifi, Desa Panambuang, Kecamatan Bacan Selatan, (29/09/2026), sekitar pukul 10.20 WIT.
Kegiatan itu dihadiri Kepala Dinas Pertanian Halsel Sumiati Aljogja, Camat Bacan Selatan, sejumlah kepala desa, penyuluh pertanian, serta kelompok tani penerima bantuan.
Kepala Dinas Pertanian Halsel, Sumiati Aljogja, menjelaskan penyaluran bibit sempat mengalami penundaan akibat kondisi cuaca yang kurang mendukung. Namun, pemerintah tetap mengupayakan distribusi setelah melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi.
Menurutnya, petani diberikan dua pilihan dalam pengelolaan bibit. Bibit dapat langsung dibawa dan ditanam apabila kondisi lahan memungkinkan, dengan kewajiban merawat hingga tumbuh. Sementara bagi petani yang lahannya belum siap, bibit dapat terlebih dahulu dititipkan di persemaian atau nursery.
Program pengembangan kelapa tersebut mencakup sekitar 5.000 hektare lahan, dengan dukungan 550 ribu anakan kelapa, paket pupuk, serta operasional pendukung.
Bantuan itu menyasar 200 kelompok tani yang tersebar di 23 kecamatan dan 95 desa di Kabupaten Halsel.
Cakupan program yang cukup luas tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak sekadar mendorong penanaman kelapa, tetapi juga ingin mengembalikan komoditas tersebut sebagai salah satu penopang ekonomi masyarakat.
Petani pun diharapkan tidak berhenti setelah menerima bantuan. Perawatan tanaman menjadi bagian penting agar bibit yang ditanam benar-benar tumbuh dan memberikan hasil dalam jangka panjang.
Bupati Bassam menegaskan, bantuan tersebut harus dijaga dan dimanfaatkan secara serius. Sebab, masih terdapat masyarakat yang belum mendapatkan kesempatan memperoleh bantuan serupa.
“Bibit ini harus dijaga dan dirawat. Jangan sampai setelah menerima bantuan kemudian tidak dikembangkan,” pesan Bassam kepada kelompok tani penerima.
Bassam juga menaruh perhatian terhadap manfaat ekonomi setelah tanaman mulai menghasilkan. Ia berharap dalam kurun waktu sekitar tiga tahun, tanaman kelapa yang dikembangkan masyarakat dapat tumbuh dengan baik dan mulai menjadi salah satu sumber pendapatan bagi keluarga petani.
Namun, pemerintah tidak ingin pengembangan kelapa berhenti pada peningkatan produksi.
Bassam mendorong agar komoditas kelapa Halsel ke depan masuk ke tahap hilirisasi, sehingga tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah.
Menurutnya, berbagai bagian dari kelapa memiliki potensi ekonomi, mulai dari daging, tempurung, sabut, hingga air kelapa. Jika diolah dengan baik, komoditas tersebut dapat menghasilkan nilai tambah sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
“Jangan hanya menjual kelapa sebagai bahan mentah. Kita harus mulai berpikir bagaimana kelapa ini bisa diolah sehingga memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” ujarnya.
Untuk pengembangan program pada 2027, pemerintah daerah berencana memprioritaskan tujuh kecamatan yang belum memperoleh bantuan pengembangan kelapa.
Langkah tersebut diarahkan untuk memperluas pemerataan program sekaligus memberikan kesempatan kepada lebih banyak petani di Halsel untuk mengembangkan komoditas perkebunan.
Program 550 ribu bibit kelapa itu pada akhirnya bukan sekadar soal jumlah tanaman yang disalurkan. Di balik setiap bibit terdapat harapan agar lahan petani kembali produktif, pendapatan keluarga meningkat, dan kelapa tumbuh menjadi salah satu kekuatan ekonomi masyarakat Halsel.
Kini, tantangannya berada di tangan petani: memastikan bibit yang diterima tidak sekadar tumbuh, tetapi berkembang menjadi investasi ekonomi yang dapat dipetik hasilnya pada masa mendatang. (Red/SI)


















