Mobil ambulans milik Puskesmas (PKM) Loleojaya, Kecamatan Kasiruta Timur, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), menjadi sorotan masyarakat. Kendaraan yang seharusnya menjadi fasilitas penunjang pelayanan kesehatan tersebut terlihat lebih banyak terparkir dan tidak sedang digunakan saat dilakukan pantauan di lokasi.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan warga terkait pemanfaatan fasilitas kesehatan, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan darurat maupun rujukan pasien.
Ambulans memiliki peran penting dalam mendukung pelayanan kesehatan, khususnya di wilayah kepulauan seperti Kasiruta Timur yang memiliki tantangan geografis dan akses transportasi. Karena itu, masyarakat menilai keberadaan ambulans harus benar-benar dipastikan siap digunakan ketika dibutuhkan.
Namun, tudingan bahwa ambulans tersebut tidak difungsikan dibantah Kepala Puskesmas Loleojaya, Abdula Kapita. (31/08/2026
Saat dikonfirmasi, Abdula mengatakan ambulans tetap digunakan ketika ada pasien yang membutuhkan.
“Siapa bilang tidak difungsikan? Kalau ada pasien torang pakai. Kalau tidak ada, torang parkir begitu saja. Nanti tiap pagi torang cuma kasih panas,” kata Abdula.(31/08/2026)
Ia juga mempertanyakan jika ambulans harus terus digunakan ketika tidak ada pasien yang membutuhkan layanan tersebut.
“Di bawah, selain pasien torang mau pakai pi mana?” ujarnya.
Pernyataan Kepala Puskesmas tersebut menjadi penjelasan atas kondisi ambulans yang terlihat terparkir. Meski demikian, masyarakat tetap meminta agar kondisi dan kesiapan kendaraan tersebut mendapat perhatian serius dari pihak terkait.
Sorotan terhadap Kepala Puskesmas Loleojaya ternyata tidak hanya berkaitan dengan pemanfaatan ambulans. Sejumlah warga juga mempersoalkan dugaan pilih kasih dalam penerimaan tenaga sukarela di Puskesmas tersebut.
Salah satu warga menyebut terdapat keluhan dari salah satu putra daerah Desa Loleojaya yang merasa proses penerimaan tenaga sukarela di Puskesmas perlu mendapat perhatian dan penjelasan terbuka.
Persoalan tersebut kini menjadi perhatian masyarakat karena menyangkut kesempatan kerja bagi warga setempat, khususnya putra-putri daerah yang ingin mengabdi di fasilitas pelayanan kesehatan di wilayahnya sendiri.
Warga meminta agar proses penerimaan tenaga sukarela dilakukan secara transparan, objektif, dan tidak berdasarkan kedekatan maupun kepentingan tertentu.
Masyarakat juga mendesak Kepala Dinas Kesehatan Halsel Asia Hasyim serta Bupati Halmahera Selatan Hasan Ali Bassam Kasuba agar segera turun tangan dan melakukan evaluasi terhadap pelayanan serta tata kelola di Puskesmas Loleojaya.
Warga berharap pemerintah tidak hanya melihat persoalan ambulans, tetapi juga memeriksa seluruh aspek pelayanan dan manajemen Puskesmas, termasuk mekanisme penerimaan tenaga sukarela.
Jika tidak ada masalah, masyarakat meminta pemerintah memberikan penjelasan secara terbuka. Sebaliknya, jika ditemukan pelanggaran dalam pengelolaan fasilitas maupun penerimaan tenaga, warga mendesak agar tindakan tegas segera dilakukan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan lebih lanjut dari Kepala Dinas Kesehatan Halsel maupun Bupati Halmahera Selatan terkait desakan masyarakat tersebut. (Red/SI)


















