Ketua Pembina IKA-TOGALE Maluku Utara, Dr. Muhammad Kasuba (MK), menegaskan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan tetap menjadi kontestan dalam berbagai agenda pemilihan umum, termasuk pemilihan gubernur, bupati, dan wali kota yang akan datang.
Namun, hingga kini PKS belum membahas secara khusus figur yang akan diusung pada Pilkada Halmahera Selatan (Halsel).
Hal tersebut disampaikan Muhammad Kasuba saat menghadiri pelantikan IKA-TOGALE Halsel di UMKM, (27/9/2026).
Menurutnya, pembahasan mengenai figur yang akan maju dalam kontestasi politik mendatang belum menjadi prioritas. Ia meminta seluruh pihak yang saat ini memegang amanah pemerintahan maupun jabatan publik untuk terlebih dahulu menuntaskan tugas masing-masing.
“Harapan kita, biarkan Bupati Bassam Kasuba menyelesaikan seluruh tugas sebagai bupati. Mengurus Halsel ini cukup kompleks. Yang paling penting, selesaikan dulu amanah,” ujar Muhammad Kasuba.
Ia juga menyebut Izzuddin Al Qassam Kasuba, anggota DPR RI periode 2024–2029 dari Fraksi PKS, sebagai salah satu generasi muda dari togale yang saat ini tengah menjalankan amanah di tingkat nasional.
“Pak Qassam silakan selesaikan amanah di Maluku Utara,” katanya.
Muhammad Kasuba menegaskan, dirinya belum memikirkan proses suksesi maupun kandidat yang akan dipersiapkan untuk kontestasi politik mendatang.
“Belum ada pembahasan siapa calon kandidat. Belum ada pikiran-pikiran soal suksesi. Ketika kita diberi satu tugas, yang penting adalah menyelesaikan tugas itu dengan sebaik-baiknya, dengan memohon kepada Allah agar amanah yang diberikan saat ini bisa diselesaikan,” jelasnya.
Ia mengatakan, dirinya bersama jajaran PKS masih fokus menjalankan berbagai program dan amanah yang ada, termasuk memperhatikan kebutuhan masyarakat di Maluku Utara.
“Dapil besar Maluku Utara ini sudah mulai melihat beberapa program, seperti bantuan untuk siswa-siswa dan program lainnya sesuai dengan yang diamanahkan. Itu yang harus diselesaikan,” ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah munculnya sejumlah nama yang disebut-sebut berpotensi maju dalam Pilkada Halsel mendatang. Selain Al Qassam, nama Rusdi Sumadayo, Helmi U Muchsin, Umaid Minabari, dan Rusihan Jafar juga disebut dalam bursa kandidat.
Sementara itu, Hasan Ali Bassam Kasuba disebut-sebut berpeluang maju dalam kontestasi Pemilihan Gubernur Maluku Utara melalui kendaraan politik yang sama. Namun, Muhammad Kasuba menegaskan hingga kini belum ada pembahasan resmi terkait kandidat maupun arah dukungan PKS.
Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Kasuba juga menekankan pentingnya memandang kepemimpinan sebagai amanah dan bentuk pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, estafet kepemimpinan harus dipahami sebagai tanggung jawab untuk memberikan kontribusi, bukan sekadar mengejar kebanggaan atau posisi.
“Memimpin itu artinya melayani. Posisi seorang pemimpin bukan sesuatu yang membuat dirinya lebih dari yang lain. Jadilah pemimpin yang melayani,” tegasnya.
Ia mengatakan prinsip tersebut menjadi salah satu nilai yang harus terus dijaga oleh generasi penerus.
Muhammad Kasuba mengaku sejak sekitar 20 tahun lalu telah memandang pentingnya membangun kesadaran bahwa daerah dan negeri ini merupakan milik bersama. Karena itu, setiap kebijakan dan kepemimpinan harus berorientasi pada kepentingan masyarakat.
“Negeri ini milik kita semua. Apa yang kita lakukan adalah untuk kita semua, dengan harapan semua diberikan perlakuan yang sama dalam konteks kebersamaan,” katanya.
Ia pun mengapresiasi munculnya generasi baru yang dinilai siap melanjutkan estafet kepemimpinan.
“Saya bahagia melihat generasi ini bisa melanjutkan estafet. Secara umum kita sudah memiliki patron, bagaimana tiga kali 20 tahun kita berkiprah dan apa yang menjadi batasan-batasan prinsip secara mendasar dari karakter kepemimpinan yang harus ada,” ujarnya.
Menurutnya, karakter kepemimpinan tersebut harus tetap berpegang pada kebutuhan masyarakat sebagai prioritas utama.
“Jangan sampai lepas dari kebutuhan masyarakat yang harus menjadi prioritas. Itu yang saya inginkan,” pungkasnya. (Red/SI)


















