Pemda Halsel Tetap Pantau Perkembangan Empat Warga Korban TPPO Di Luar Negeri

Jumat, 7 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Halsel — BacaPost.com, Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan memastikan terus memantau perkembangan empat warganya yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di luar negeri. Hingga kini, Pemda Halsel intens menjalin komunikasi dengan kementerian terkait guna memastikan kondisi dan kepastian pemulangan para korban.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Halmahera Selatan, Daud Djubedi, saat ditemui wartawan di ruang kerjanya mengatakan, pemerintah daerah tidak tinggal diam terhadap kasus tersebut. (07/11/2025)

“Kami pemerintah daerah tetap mengikuti perkembangan empat warga korban TPPO itu. Terakhir kami berkomunikasi dengan kementerian dan pihak kerajaan migran. Mereka juga berupaya memastikan bahwa bukan hanya warga kita yang menjadi korban, tetapi juga banyak dari Myanmar yang mengalami hal serupa,” ujarnya.

Baca Juga:  Saya Jual Tongkang untuk Kepentingan Desa Dan Menambah Ekonomi Masyarakat Laigoma

Menurut Daud, informasi terakhir yang diterima menyebutkan bahwa para korban kini berada di bawah pengawasan Kementerian Sosial (Kemensos). Namun, pihaknya belum menerima data resmi terbaru terkait posisi dan kondisi mereka.

“Terakhir yang kami dapat, mereka ditempatkan di semacam penampungan militer. Itu berdasarkan keterangan keluarga salah satu korban, Veni. Tapi data resmi dari Kementerian Perlindungan Tenaga Kerja Migran maupun dari Kemensos belum kami terima,” jelasnya.

Untuk memastikan kejelasan nasib empat korban tersebut, Pemkab Halsel telah menugaskan Kabid PHI (Perlindungan Hubungan Industrial) untuk berkoordinasi langsung dengan Kemensos dan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) di Jakarta.

“Saya sudah tugaskan Kabid PHI untuk mencari informasi terbaru dan memastikan kepastian kepulangan mereka. Kami tidak tinggal diam, komunikasi dengan pemerintah pusat tetap berjalan,” tegasnya.

Baca Juga:  Ribuan Alumni Siap Hadiri Reuni Akbar STEMAN Ternate 2026, Ajang Perkuat Jejaring Dan Kolaborasi

Ia menambahkan, meski koordinasi dengan pemerintah provinsi belum dilakukan secara detail, langkah-langkah di tingkat kabupaten terus dijalankan secara paralel dengan kementerian terkait.

“Sikap provinsi juga sama, mereka menunggu informasi selanjutnya. Tapi kami langsung berkoordinasi dengan Kementerian Perlindungan Tenaga Kerja Migran agar komunikasi berjalan simultan,” pungkasnya.

(Red/SI)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Warga Minta Bupati Halsel Dan Kadis DPMD Berkantor Di Kantor Desa Laigoma
Tak Perlu Lagi Berobat Jauh, Kehadiran Pustu Soligi dan Kawasi Dekatkan Akses Medis Warga Obi 
Diduga Tak Mampu Selesaikan Polemik, Iksan Kaleserang Pilih Laporkan Tiga Wartawan Anggota PWI
Sekdes Kusubibi Diduga Terseret Kasus TPPU, Polres dan Kejari Halsel Diminta Turun Tangan
Pemda Halsel Alokasikan Bansos Untuk Masyarakat Kurang Mampu Dan Biaya Akhir Studi Mahasiswa 
Kepala Desa Laigoma Samsul Marwa Diduga Jarang Berkantor, Warga Palang Kantor Desa
Kapolda Malut Batal Kunker ke Halsel, Ini Alasannya 
Polsek Jailolo Selatan Kawal Aksi Warga Tolak Pemberhentian Kades Sidangoli Dehe

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:56

Warga Minta Bupati Halsel Dan Kadis DPMD Berkantor Di Kantor Desa Laigoma

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:53

Tak Perlu Lagi Berobat Jauh, Kehadiran Pustu Soligi dan Kawasi Dekatkan Akses Medis Warga Obi 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:20

Diduga Tak Mampu Selesaikan Polemik, Iksan Kaleserang Pilih Laporkan Tiga Wartawan Anggota PWI

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:16

Sekdes Kusubibi Diduga Terseret Kasus TPPU, Polres dan Kejari Halsel Diminta Turun Tangan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:19

Pemda Halsel Alokasikan Bansos Untuk Masyarakat Kurang Mampu Dan Biaya Akhir Studi Mahasiswa 

Berita Terbaru