Fraksi Penolak Pansus Disorot, SEMAHABAR: Jangan Jadi Tameng Kegagalan RSUD

Selasa, 7 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sentral Mahasiswa Halmahera Barat (SEMAHABAR) Kota Ternate menyatakan dukungan terhadap langkah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Halmahera Barat dalam membentuk Panitia Khusus (Pansus) guna menelusuri persoalan kelangkaan obat-obatan di RSUD serta membongkar carut-marut tata kelola manajemen internal rumah sakit yang dinilai semakin amburadul.

Ketua Umum SEMAHABAR Kota Ternate, Gusti Ramli menilai, kondisi ini bukan sekadar persoalan administratif, melainkan menyangkut hak dasar masyarakat atas pelayanan kesehatan yang layak.

“Kelangkaan obat di RSUD adalah bentuk nyata dari kegagalan sistemik yang tidak bisa lagi ditoleransi. Jika benar terjadi pembiaran, maladministrasi, hingga dugaan penyimpangan dalam pengelolaan, maka ini adalah pengkhianatan terhadap kepentingan masyarakat,” tutur Gusti, Selasa (07/04/2026).

Menurutnya, pembentukan Pansus adalah langkah konstitusional yang tepat dan mendesak. Gusti menilai, DPRD tidak boleh setengah hati dalam menjalankan fungsi pengawasan.

“Pansus harus bekerja secara transparan, independen, dan berani membongkar seluruh aktor yang terlibat, tanpa pandang bulu,” cetusnya.

Baca Juga:  Harmain Bersinar Dengan Dua Gol, KJH Singkirkan Diler FC Di PWI Halsel Cup I

Lebih lanjut, Gusti menuturkan, di tengah upaya serius tersebut, pihaknya menyayangkan sikap fraksi-fraksi yang memilih menarik diri dari proses pembentukan Pansus.

“Tindakan ini tidak hanya mencederai semangat kolektif DPRD sebagai representasi rakyat, tetapi juga menimbulkan kecurigaan publik, ada apa di balik penolakan tersebut?,” bebernya.

Ia menjelaskan, sikap menarik diri dari Pansus adalah bentuk penghindaran tanggung jawab politik. Lebih jauh, hal itu dapat dibaca sebagai upaya melindungi kepentingan tertentu yang berpotensi terungkap jika Pansus berjalan.

Dalam situasi krisis, kata Gusti, pelayanan kesehatan seperti saat ini, memilih mundur bukanlah sikap netral. Melainkan keberpihakan yang salah.

“Jika ada fraksi yang tidak siap membongkar persoalan ini, maka patut diduga mereka lebih memilih melindungi kekacauan daripada memperjuangkan kepentingan rakyat. Ini bukan soal politik praktis, ini soal nyawa manusia,” tegas Gusti.

Baca Juga:  IKB Masatawa Gelar Pengukuhan Resmi, Ketua Umum dan Ketua Panitia Sampaikan Pesan Kebersamaan

Mantan Kabid PTKP HMI Komisariat Eksakta ini berharap agar publik Halmahera Barat aktif mengawal proses ini dan tidak membiarkan upaya Pansus dilemahkan oleh kepentingan segelintir elit.

“Transparansi dan akuntabilitas harus menjadi prinsip utama dalam mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan RSUD,” harapnya.

Selain itu, Gusti menegaskan bahwa momentum pembentukan Pansus harus dijadikan titik balik untuk melakukan pembenahan total di tubuh RSUD Halmahera Barat.

“Jika DPRD gagal mengawal ini hingga tuntas, maka krisis serupa akan terus berulang dan rakyat kembali menjadi korban,” tandasnya.

SEMAHABAR juga menyatakan kesiapan untuk terlibat secara aktif dalam proses pengawasan tersebut. Gusti menegaskan, pihaknya siap memberikan pandangan, masukan, maupun data pendukung apabila DPRD secara kelembagaan membuka ruang dialog publik maupun Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang melibatkan Direktur RSUD, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Kepala Dinas Kesehatan, akademisi, serta pihak-pihak terkait lainnya.

Baca Juga:  Mahasiswa KKN Reguler Tahap I Unkhair Disambut Hangat Warga Dan Lurah Ome

“Ini bukan hanya urusan elit birokrasi dan legislatif. Persoalan ini menyangkut hajat hidup masyarakat luas, sehingga harus dibuka secara transparan dan partisipatif. Kami siap hadir dan menyampaikan pandangan secara objektif demi perbaikan sistem pelayanan kesehatan di Halmahera Barat,” tegasnya.

Di sisi lain, SEMAHABAR juga menekankan bahwa kerja Pansus tidak boleh berhenti pada sebatas pengungkapan masalah. Pansus harus mampu memberikan jaminan konkret bahwa setelah persoalan ini menemukan titik terang, akan ada langkah perbaikan sistem yang menyeluruh dan berkelanjutan.

“Pansus harus memastikan bahwa ini bukan sekadar agenda seremonial atau konsumsi politik sesaat. Harus ada jaminan kuat bahwa setelah ini tidak ada lagi kelangkaan obat, tidak ada lagi kekacauan manajemen, dan tidak ada lagi rakyat yang menjadi korban dari buruknya tata kelola RSUD,” pungkas Gusti.(Red/Tim)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Diduga Tak Mampu Selesaikan Polemik, Iksan Kaleserang Pilih Laporkan Tiga Wartawan Anggota PWI
Sekdes Kusubibi Diduga Terseret Kasus TPPU, Polres dan Kejari Halsel Diminta Turun Tangan
Pemda Halsel Alokasikan Bansos Untuk Masyarakat Kurang Mampu Dan Biaya Akhir Studi Mahasiswa 
Kepala Desa Laigoma Samsul Marwa Diduga Jarang Berkantor, Warga Palang Kantor Desa
Kapolda Malut Batal Kunker ke Halsel, Ini Alasannya 
Polsek Jailolo Selatan Kawal Aksi Warga Tolak Pemberhentian Kades Sidangoli Dehe
Bupati Halsel Tegaskan RDTR Harus Beri Kepastian Hukum Bagi Investasi Dan Jaga Lingkungan
Miras Dinilai Picu Gangguan Kamtibmas, Polres Halbar Siapkan Razia Masif

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:20

Diduga Tak Mampu Selesaikan Polemik, Iksan Kaleserang Pilih Laporkan Tiga Wartawan Anggota PWI

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:16

Sekdes Kusubibi Diduga Terseret Kasus TPPU, Polres dan Kejari Halsel Diminta Turun Tangan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:19

Pemda Halsel Alokasikan Bansos Untuk Masyarakat Kurang Mampu Dan Biaya Akhir Studi Mahasiswa 

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:11

Kepala Desa Laigoma Samsul Marwa Diduga Jarang Berkantor, Warga Palang Kantor Desa

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:39

Kapolda Malut Batal Kunker ke Halsel, Ini Alasannya 

Berita Terbaru

BacaPost.Com

Kapolda Malut Batal Kunker ke Halsel, Ini Alasannya 

Selasa, 6 Okt 2026 - 08:39