Camat Kasiruta Timur Diduga Jadi Provokator

Selasa, 9 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Setelah sebelumnya disorot karena diduga menggunakan fasilitas milik negara untuk kepentingan pribadi, Camat Kasiruta Timur, Ardan Ade, SH, kembali menuai kontroversi.

Kali ini, beredar rekaman suara melalui aplikasi WhatsApp yang diduga merupakan suara Camat Kasiruta Timur saat menghubungi salah satu warga di Desa Bala-Bala.

Dalam rekaman tersebut, camat diduga memprovokasi masyarakat untuk melakukan aksi pemalangan sekolah SDN 241 .

Aksi pemalangan itu disebut berkaitan dengan rencana pencopotan istri camat dari jabatan kepala sekolah. Dalam rekaman yang kini viral di media sosial dan grup WhatsApp warga, camat diduga mengarahkan masyarakat agar memboikot aktivitas sekolah tersebut.

Tak hanya itu, dalam percakapan tersebut, camat juga diduga meminta warga agar tidak memberitahukan rencana tersebut kepada pihak lain. Ia bahkan memberi arahan teknis kepada warga untuk menyiapkan selembar kain dan menuliskan tuntutan sebelum dipublikasikan ke media sosial.

Baca Juga:  Curhatan Ketua Panitia BAM Futsal League II Soal Fasilitas Olahraga Tuai Apresiasi Pemda Halsel

“Ngana so tau camat to,” demikian salah satu potongan kalimat yang terdengar dalam rekaman tersebut.

Dalam rekaman itu pula, camat diduga menyebut telah berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas agar situasi tetap aman. Ia bahkan mengaku bermain “di belakang layar” dalam aksi tersebut.

Pernyataan lain yang menuai sorotan publik adalah saat camat diduga menyebut bahwa seluruh masyarakat di Kasiruta Timur berada dalam kendalinya.

“Kasiruta secara keseluruhan itu dia pe mosiho atau kolano ada pa saya,” ujar suara dalam rekaman tersebut.

“Semua masyarakat di Kasiruta Timur itu kita yang atur, jadi tidak perlu takut,” lanjutnya.

Beredarnya rekaman suara tersebut memicu reaksi keras dari masyarakat. Sejumlah warga menilai, jika rekaman itu benar adanya, maka tindakan seorang pejabat pemerintah yang diduga mengarahkan aksi pemalangan sekolah merupakan tindakan yang tidak pantas dan berpotensi mengganggu stabilitas pelayanan pendidikan.

Baca Juga:  Kadis Kesehatan Halsel: Dapur Wajib Kantongi Sertifikat Laik Higien Sebelum Beroperasi

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari Camat Kasiruta Timur terkait rekaman suara yang beredar luas tersebut.(Red/Pandi)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Diduga Tak Mampu Selesaikan Polemik, Iksan Kaleserang Pilih Laporkan Tiga Wartawan Anggota PWI
Sekdes Kusubibi Diduga Terseret Kasus TPPU, Polres dan Kejari Halsel Diminta Turun Tangan
Pemda Halsel Alokasikan Bansos Untuk Masyarakat Kurang Mampu Dan Biaya Akhir Studi Mahasiswa 
Kepala Desa Laigoma Samsul Marwa Diduga Jarang Berkantor, Warga Palang Kantor Desa
Kapolda Malut Batal Kunker ke Halsel, Ini Alasannya 
Polsek Jailolo Selatan Kawal Aksi Warga Tolak Pemberhentian Kades Sidangoli Dehe
Bupati Halsel Tegaskan RDTR Harus Beri Kepastian Hukum Bagi Investasi Dan Jaga Lingkungan
Miras Dinilai Picu Gangguan Kamtibmas, Polres Halbar Siapkan Razia Masif
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:20

Diduga Tak Mampu Selesaikan Polemik, Iksan Kaleserang Pilih Laporkan Tiga Wartawan Anggota PWI

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:16

Sekdes Kusubibi Diduga Terseret Kasus TPPU, Polres dan Kejari Halsel Diminta Turun Tangan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:19

Pemda Halsel Alokasikan Bansos Untuk Masyarakat Kurang Mampu Dan Biaya Akhir Studi Mahasiswa 

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:11

Kepala Desa Laigoma Samsul Marwa Diduga Jarang Berkantor, Warga Palang Kantor Desa

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:39

Kapolda Malut Batal Kunker ke Halsel, Ini Alasannya 

Berita Terbaru

BacaPost.Com

Kapolda Malut Batal Kunker ke Halsel, Ini Alasannya 

Selasa, 6 Okt 2026 - 08:39