Warga Laigoma Merasa Ditipu, Nahrawi Rabul Disebut Mengaku Sudah Selesai dengan Pemilik Tongkang

Senin, 28 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Ilustrasi, Nahrawi Rabul

Gambar Ilustrasi, Nahrawi Rabul

Polemik penjualan tongkang milik warga Bitung di Desa Laigoma terus bergulir. Sejumlah warga mengaku merasa ditipu setelah Nahrawi Rabul disebut menyampaikan bahwa persoalan tongkang telah selesai dan dirinya sudah berkomunikasi dengan pemilik tongkang.

Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi sejumlah warga dan unsur masyarakat untuk menandatangani dokumen yang disebut sebagai bentuk dukungan terhadap pekerjaan terkait tongkang.

Namun, warga mengaku tidak pernah mendapatkan penjelasan secara terbuka dari pemerintah desa mengenai proses penjualan, termasuk harga maupun mekanisme kesepakatan dengan pemilik tongkang.

Salah seorang warga mengatakan, dirinya bersama sejumlah pihak menandatangani dokumen setelah mendapat penjelasan dari Nahrawi bahwa persoalan dengan pemilik tongkang telah diselesaikan.

Baca Juga:  BARA Halsel Desak Copot Kepala BNI KCP Labuha, Minta Aparat Periksa Pimpinan Terkait Dugaan Hilangnya Dana Nasabah Rp400 Juta

“Kalau tanda tangan itu betul karena Nahrawi sudah meyakinkan kepada kami bahwa dia sudah berkomunikasi dengan pemilik tongkang,” ungkap warga tersebut saat dikonfirmasi awak media, (27/09/2026).

Menurut warga tersebut, informasi yang diterima masyarakat menyebutkan bahwa Nahrawi dan kepala desa telah selesai membicarakan atau mengatur persoalan harga tongkang yang disebut mencapai Rp200 juta.

Namun, ia menegaskan bahwa persoalan rencana penggunaan hasil penjualan untuk pembangunan masjid tidak pernah dibahas maupun disepakati bersama masyarakat.

“Kalau soal harga, Nahrawi bilang dengan kades sudah selesai baku atur. Tapi kalau untuk pembangunan masjid, tidak pernah dibahas atau disepakati bersama masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, masyarakat tidak mengetahui sejak awal adanya proses penjualan tongkang tersebut. Warga baru mengetahui setelah Nahrawi datang dan menyampaikan bahwa kepala desa telah menjual tongkang.

Baca Juga:  Sekda Halsel Pimpin Apel Gabungan Pasca Idulfitri, Tekankan Kekompakan Dan Disiplin ASN

Selain persoalan harga dan proses penjualan, warga mempertanyakan dasar penggunaan dokumen yang telah ditandatangani masyarakat. Menurutnya, dokumen tersebut sebelumnya disampaikan sebagai bentuk dukungan masyarakat terhadap pekerjaan terkait tongkang.

“Tidak ada pembahasan sama sekali terkait dengan pembangunan masjid yang anggarannya bersumber dari penjualan tongkang,” tegasnya.

Warga berharap proses penjualan tongkang tersebut dapat dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat, termasuk mengenai harga jual, pihak yang melakukan kesepakatan, status pembayaran, serta rencana penggunaan hasil penjualan.

Polemik ini masih membutuhkan klarifikasi dari Nahrawi Rabul, Pemerintah Desa Laigoma, dan pihak pemilik tongkang untuk memastikan kronologi serta status transaksi yang sebenarnya.(Red/SI)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Diduga Tak Mampu Selesaikan Polemik, Iksan Kaleserang Pilih Laporkan Tiga Wartawan Anggota PWI
Sekdes Kusubibi Diduga Terseret Kasus TPPU, Polres dan Kejari Halsel Diminta Turun Tangan
Pemda Halsel Alokasikan Bansos Untuk Masyarakat Kurang Mampu Dan Biaya Akhir Studi Mahasiswa 
Kepala Desa Laigoma Samsul Marwa Diduga Jarang Berkantor, Warga Palang Kantor Desa
Kapolda Malut Batal Kunker ke Halsel, Ini Alasannya 
Polsek Jailolo Selatan Kawal Aksi Warga Tolak Pemberhentian Kades Sidangoli Dehe
Bupati Halsel Tegaskan RDTR Harus Beri Kepastian Hukum Bagi Investasi Dan Jaga Lingkungan
Miras Dinilai Picu Gangguan Kamtibmas, Polres Halbar Siapkan Razia Masif

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:20

Diduga Tak Mampu Selesaikan Polemik, Iksan Kaleserang Pilih Laporkan Tiga Wartawan Anggota PWI

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:16

Sekdes Kusubibi Diduga Terseret Kasus TPPU, Polres dan Kejari Halsel Diminta Turun Tangan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:19

Pemda Halsel Alokasikan Bansos Untuk Masyarakat Kurang Mampu Dan Biaya Akhir Studi Mahasiswa 

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:11

Kepala Desa Laigoma Samsul Marwa Diduga Jarang Berkantor, Warga Palang Kantor Desa

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:39

Kapolda Malut Batal Kunker ke Halsel, Ini Alasannya 

Berita Terbaru

BacaPost.Com

Kapolda Malut Batal Kunker ke Halsel, Ini Alasannya 

Selasa, 6 Okt 2026 - 08:39